"Soal apa?" tanya Cendric datar. "Tentu saja soal pernikahan kita," jawab Sabrina yang sedang sibuk menyusun kata-kata untuk menyatakan maksudnya. "Kamu nggak kepikiran sesuatu?" Cendric masih memandang Sabrina, tapi tidak mengatakan apa-apa. "Kok diam? Kamu dengar aku ngomong nggak sih?" desak Sabrina yang jadi kesal sendiri. "Dengar," angguk Cendric sembari mengiris kembali dagingnya tanpa menggubris lebih jauh lagi. Hal itu membuat Sabrina merasa tidak dianggap di rumah suaminya sendiri. "Kalau begitu jawab dong," kata Sabrina judes. "Apanya yang harus aku jawab?" balas Cendric datar. "Kamu bahkan nggak kasih aku pertanyaan." Sabrina terdiam sebentar, kemudian baru menyadari bahwa dia memang belum jadi memberikan pertanyaan kepada Cendric. "Kamu nggak kepikiran ... buat ..." Sa

