Ciara menggeliat dari dalam selimutnya. Perlahan kedua matanya terbuka. Ia langsung menatap jam dinding yang ada di kamarnya. Sudah jam setengah dua pagi. Perlahan ia bangun dari posisi tidurnya dan keluar dari kamar. Ia masuk ke dalam kamar untuk mengosongkan kandung kemihnya yang sudah penuh. Setelah selesai, ia kembali ke kamarnya dan menjatuhkan dirinya di atas ranjang. Ia menarik selimutnya lalu menghadap ke samping. Matanya menatap ponselnya di atas nakas. Dengan sebelah tangannya, ia mengambil benda pipih itu dan melihat ada satu pesan di sana. Dari Bara. Setelah membuka dan membaca pesan laki-laki itu, ia kembali bangkit dari ranjangnya dan pergi keluar kamar. Ia mendekati jendela dan membuka tirai. Ia terkejut karena melihat mobil laki-laki mas

