15

968 Kata

N o s t a l  g i  a **** “Kenapa ngelihatin saya kayak gitu? Memangnya saya setan?” “....” Kok ada dia?! Mati gue! Untuk beberapa saat, Meta hanya bisa tercengang menatap sosok Arian yang berdiri di hadapannya dengan kedua tangan dilipat di depan d**a. Di sekitar mereka, remaja-remaja cewek mulai berbisik, membicarakan wajah Arian yang memang mengandung pemanis alami. “Siapa, ya? Manis banget kakaknya.” “Iya, cakep banget.” Meta mendengus mendengar pujian itu. Dari dulu sampai detik ini pun, Arian selalu saja berhasil membuat cewek-cewek terpesona. Padahal, menurut Meta sendiri, Arian itu biasa saja. Nothing special. “Ngapain lo di sini?” Akhirnya Meta bertanya. Arian tersenyum. “Saya habis nganterin Jingga. Kamu sendiri ngapain ke sini? Pakai acara dandan  ala-ala anak sekolah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN