19-20

1992 Kata

**** “Halo, Aby, udah bangun belum?” “Hmmm... siapa nih?” “Pacar. Masa lupa?” “Pacar siapa?” “Pacar lo lah. Kan kemarin baru jadian. Gimana sih? Lo nggak nge-save nomor gue, ya?” Cukup lama Meta menunggu respon Aby di seberang sana. Sampai akhirnya... “Lupa.” “Ya ampun, masa lupa nyimpen sih....” “Gue lupa nama lo siapa. Jadi gak gue save.” Ya Allah! Keterlaluan! “Pengen nabok tapi jauh,” ucap Meta sebal. “Entar gue save.” Kebiasaan! Belum selesai ngomong, teleponnya udah diputus aja. Sambil menggerutu, Meta beranjak menuju meja rias dan mulai memakai alat tempurnya. Saat asik-asiknya memoles lipstik, bayangan Jingga terlihat di cermin. Alisnya hampir menyatu, dan bibirnya mengerucut. Sepertinya Jingga sedang kesal. “Mbak beneran udah jadian ya sama Aby?” tanyanya agak ngeg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN