Bantu share cerita ini ke temen-temen kalian, ya! Hehehe. Makasih atas komentarnya dan komentarnya. Jangan lupa follow aku, gaes.  •••• "Siapa, Pak?" tanya Aby kemudian, seraya menunjuk Meta acuh tak acuh. Adit tersenyum. "Pacar." Meta terperangah. "Dulunya," lanjut Adit. Sementara Aby, langsung menoleh menatap Meta dengan pandangan penuh arti. "Oh, mantan pacar ...." Mampus, tahu juga akhirnya! Meta menelan ludah susah payah. Ia memilih diam sambil menunduk dalam, takut menatap mata Aby yang penuh pesan tersirat. "Oh, iya, Meta. Aku boleh minta nomer handphone kamu nggak?" Adit mengangsurkan ponselnya ke hadapan Meta. Meta mendongak, melirik Aby yang juga meliriknya. Mimik dan mata Aby seolah-olah berkata, "Jangan kasih." Tapi .... "Bo-boleh!" Ya Allah! Itu gue yang ngomon

