45-46

3594 Kata

Selamat malam, jangan lupa komen, yak ***** "Ma, ada Aby." Meta masuk ke rumah dan langsung menghampiri Ratih yang malam itu tengah nonton dengan Jingga. "Mama perlu ngomong sama dia." "Aku ikut." "Yakin kamu mau dengar?" "Aku harus dengar." "Oke, kalau itu mau kamu." Meta mengambil posisi duduk di samping Aby, menatapnya sebentar dengan pandangan khawatir. Tapi, Aby justru terlihat tenang. "Aby, pernah nggak kamu memberikan sesuatu pada Meta dari uang hasil dari keringat kamu sendiri?" Meta terkesiap, pun Aby. Namun Aby cepat-cepat mengendalikan ekspresinya. "Belum pernah, Tante." "Jadi, selama ini, kalau kalian pergi makan, atau jalan bareng, yang bayarin siapa?" Meta melirik Aby dengan ekor matanya. "Saya Tante." "Oh, uang jajan sekolah?" Meta menahan diri untuk tidak me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN