25

1121 Kata

Serius, sebenarnya gak ada niat mau nulis bab ini. Soalnya lagi sibuk bangetttt. Satu jam tiba-tiba aja pengen lanjut. Jadi deh. Maaf ya pendek hueheheh. Kiwkwiwkwik *** “Loh? Itu motornya Aby kok masih di situ? Eh, itu orangnya!” Mendengar itu, Meta spontan duduk dan menengok ke arah teras rumahnya. Di kursi panjang dekat sana, ada Aby yang tengah duduk sambil memainkan ponselnya. Saat melihat kedatangan mereka, Aby segera berdiri. “Ngapain tuh dia? Bukannya katanya tadi mau pulang, ya?” tanya Jingga selagi mobil memasuki halaman rumah. “Nungguin kamu mungkin,” celetuk Mamanya. Meta menahan senyum. Terbesit rasa senang di hatinya jika yang dibilang mama benar. Membuka pintu, Meta turun dengan senyum lebar dan berjalan menghampiri Aby, kemudian duduk di kursi. “Kok belum pulang? Uda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN