Zyara semakin mendesak Ayahnya dan Ibunya untuk cepat-cepat menemui teman mereka, "Aneh kamu tuh Zya, dari kemarin saja mesti dipaksa-paksa supaya mau. Sekarang malah tidak sabar ingin dipertemukan, jangan-jangan karena tau anaknya ganteng ya." Bisik Bunda nya Zyara kepada anaknya. Senyum malu-malu kucing terlihat jelas di wajah Zyara, dia malu sekali tapi sekaligus senang karena orang yang dia inginkan akan segera menjadi miliknya. "Beda kemarin, beda sekarang Bunda. Ah Bunda mah suka nggak ngerti anak muda deh." Rengek Zyara kepada Bunda nya yang bernama Syanna. Saat tiba di meja Dhama dan Ayahnya, dengan senang hati dan juga antusias Edwin langsung menyambut kedatangan sahabat baiknya. "Hai Gi, ayo-ayo silahkan duduk dulu. Syanna apa kabar? Sudah lama ya kita tidak bertemu." Sapa Edwi

