Angkasa di Ameris bukanlah ruang hampa udara, apalagi langitnya. Meskipun selalu gelap beberapa tahun terakhir ini, udara masih tersedia sebanyak sebelum keadaan ini. Tak ada aroma tak sedap yang tercium, kecuali aroma pekat belerang yang kadang-kadang terendus indra penciuman. Itu pun tidak terlalu lama, aroma menusuk itu akan hilang bersama embusan angin yang sedikit tak bersahabat. Angin lebih kencang bertiup dari saat Ameris yang masih memiliki penyangga utama. Tak ada lagi tiupan sepoi-sepoi yang akan membuat terhanyut, terganti dengan embusan angin kencang. Bahkan beberapa kali angin yang menyertai badai menerbangkan rumah yang sudah ditinggalkan oleh pemiliknya. Angin kencang menerbangkan rambut merah wanita cantik yang masih berdiri tegap di atas kendaraan perangnya yang merupaka

