Bab 44

2057 Kata

Lucia terdiam. Mata bulatnya mengerjap beberapa kali, menatap bergantian dua orang pria berbeda warna rambut yang berdiri di depan dan di sampingnya. Orion tampak biasa-biasa saja, seolah tak terjadi apa-apa, seolah apa yang dikatakannya bukanlah sesuatu yang besar. Baiklah, mungkin menurut pria itu perkataannya tadi tidak berpengaruh apa-apa padanya, baginya hanyalah kata-kata biasa yang tidak ada artinya. Namun, Orion salah, baginya itu sangat berharga karena baru kali ini ada seorang pria yang mengatakan suka padanya. Meskipun tidak secara langsung, artinya tetap sama, 'kan? Kai menyukainya! Tak sadar, dua bulir bening menuruni pipinya. Lucia mengusapnya cepat sebelum ada yang menyadarinya. Namun, Lucia terlambat, Kai sudah melihatnya. Bulir-bulir bening itu berkilau. Kai terkejut, ce

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN