Bab 37

1915 Kata

Dua senjata saling beradu, menimbulkan bunyi berdentang keras di langit Ameris. Langit yang gelap jadi terlihat terang beberapa saat karena percikan bunga api. Cygnus bergerak satu meter ke belakang, tak ingin beradu senjata terlalu lama dengan Nereida. Ia tak ingin bernasib seperti Ceres yang sampai sekarang masih merasakan mati rasa di kedua kakinya. Nereida itu licik seperti ular berbisa dengan lidah bercabang. Jika tidak waspada, tak hanya mahkota penyangga utama yang akan melayang, nyawa mereka juga akan ikut serta. Cygnus mencoba melihat ke dalam dirinya, mengecek keadaan Fresya. Gadis itu terlihat baik-baik saja, wajah cantiknya yang lembut dan selalu terlihat khawatir, berubah mengeras. Ia tahu, Fresya sedang siaga, dia dalam mode bertempur. Cygnus semakin mengaguminya, Fresya sang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN