59

1533 Kata

Dalam ruangan itu, satu lampu pun tidak ada yang dinyalakan. Satu ruangan dibiarkan gelap, tanpa suara, tanpa penerangan jenis apapun. Bukan karena tidak ada orang di dalam sana, justru seseorang tengah terduduk di bawah sofa dengan kaki yang meringkuk. Beberapa detik sekali ponsel yang diletakkan di atas meja akan menyala tanpa suara, hanya bergetar dan menampilkan nama satu orang yang sama. Panggilan itu terabaikan. Adalah Wira yang membiarkan dirinya ditelan gelap, mengasingkan diri dari siapapun semenjak dia pulang dari bekerja. Keadaannya sama sekali tidak baik-baik saja walaupun dia sendiri yang memutuskan hubungan dengan Nilam setelah sekian lama. Dia mungkin pergi dengan santai, mengabaikan Nilam yang menangis dan terus menghubunginya. Tapi di dasar hatinya, perih itu perlahan m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN