Zendri mematut dirinya di cermin, memperbaiki kemeja yang dia kenakan dan kemudian mengencangkan ikat pinggang yang sudah terpasang. Setelahnya, dia mengambil ponsel dan dompet lalu memasukan ke saku celananya. Baru lah setelah itu dia keluar dari kamar sambil membawa kunci mobil di tangannya. "Mau kemana?" Langkah Zendri terhenti saat suara istrinya terdengar. Dia tidak langsung menjawab pertanyaan istrinya, lebih kepada berpikir lebih dulu untuk berkata jujur atau mencari alasan lain. "Mau kemana?" ulang Berlian. Wanita itu bahkan rela meninggalkan gadget mahalnya demi bisa menghampiri sang suami yang di minggu pagi seperti ini sudah rapi. Mungkin Berlian tidak akan bertanya jika suaminya itu keluar dengan menggunakan pakaian golf atau tenis seperti biasa, namun kali ini Zendri b

