Sore itu setelah pulang kerja, Cintia dan Valeri mampir ke sebuah butik kecil di sudut kota. Mereka memilih pakaian yang lebih formal sekaligus kasual—blazer sederhana, dress kerja, celana bahan, dan beberapa aksesoris yang bisa mendukung penyamaran. “Kalau kamu pakai ini, orang-orang tidak akan langsung curiga,” ujar Cintia yang kini berwujud Valeri, sambil mengangkat sebuah blouse warna krem. Valeri—yang kini berwujud Cintia—mengangguk, lalu menambahkan, “Rambutmu juga harus diubah. Kalau terlalu panjang dan sama seperti dulu, Ronny pasti sadar.” Mereka pun singgah ke salon terdekat. Rambut Cintia yang berwujud Valeri dipotong sebahu, diberi sentuhan highlight cokelat agar tampak segar dan berbeda. Kaca besar di depan mereka memantulkan dua wajah cantik dengan identitas yang kini tert

