HUJAN JANGAN BERHENTI

1141 Kata

ponsel ku pun berdering, membangunkan ku, ternyata teman ku menelepon menanyaka sesuatu,setellah berbincang sebentar aku baru sadar jika aku berada di paha papi sebagai alas kepala ku bersandar, papi pun tertidur sama seperti ku, hujan semakin deras dan petir pun sesekali menyambar. aku pun menatap wajah papi yang tidur sungguh tampan. baru saja beberapa detik memperhatikannya papi pun terbangun. dan langsung melihat ke arah ku. "ngapain kamu menatap mertua mu seperti itu" ucap papi sontak membuat ku kaget, "naksir kamu ama mertua mu" tawa papi pun menggelegar dalam mobil. ah sunggung menyebalkan papi, "papi pun langsung melompat k pintu supir " kita pulang ya cia, besok banyak kerjaan yang harus kamu selesaikan di kantor, anggap saja hari ini sebagai hadiah kamu merawat ku selama di rum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN