"Duh, Panas banget ya, Sayang?" Sebuah suara lembut mengajak Vino bicara. Matanya memincing sebelah dari balik helm, yang dia buka kaca pelindungnya. Cahaya matahari siang itu, terasa sangat tidak bersahabat. Selain meninggalkan rasa gerah di tubuh, cahayanya pun terasa menyengat di kulit. "Iya, panas banget. Ibu, beliin aku es!" Seolah diberi peringatan. Vino yang sedang dalam perjalanan pulang sekolah. Merengek minta di belikan es segar. "Vino mau es apa?" Tanya Clarissa pada Vino yang duduk di depannya. Terik cahaya matahari siang itu, membuat siapa saja menginginkan minuman yang dingin dan menyegarkan. "Aku mau es yang itu" Tangan kecil Vino menunjuk sebuah kedai pinggir jalan, yang menjajakan berbagai macam es yang sedang hits. Clarissa lalu menghentikan motor maticnya. "Tapi, es

