Bab 53

2044 Kata

Menunggu adalah hal yang paling membosankan bagi siapa saja. Entah kenapa, setiap kita menunggu sesuatu rasanya waktu akan berjalan sangat lambat. Itulah yang dirasakan Juna saat ini. Jarum jam seolah membeku sehingga sampai sekarang makan siang mereka belum juga selesai. Beberapa kali ia melirik jam tangan di pergelangan kirinya. Ia melepaskan jaket dan menggantungnya di kursi yang kosong di sebelah kirinya, hanya tersisa kemeja lengan pendek yang menutupi kaus berwarna hitam yang dikenakannya. Juna mengerang dalam hati. Ini sudah kali ketiga ia mencurigai lihat ke arah jam tangannya, tapi tetap saja menunjukkan pukul yang sama. Waktu seolah tak bergerak, atau ini hanya perasaannya saja karena sudah tak sabar ingin mengetahui topik apa yang akan dibicarakan ayahnya. Ia berharap Daddy be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN