Bab 28

1401 Kata

"Astaga! Tuh m, cewek asli nyebelin banget!" Nora mengepalkan kedua tangannya gemas. "Lo tadi kenapa ngelarang gue buat Jambak dia, sih, Va?" tanyanya pada Diva dengan bibir mengerucut kesal. "Lo ngapain nyalahin Diva?" Echa yang bertanya. "Bener apa kata Diva, ngapain kita ngeladenin si Tasya, yang ada kita jadi gila juga sama kayak dia." "Tapi, 'kan, gue kesel sama dia, Cha!" Nora membelalak. Echa menjadi pelampiasan kekesalannya, dia melemparinya dengan bantal sofa. "Masa dia ngancam Diva biar nggak dekat-dekat Juna. Lah, dia siapa? Teman Juna bukan, sahabat bukan, pacar bukan, istrinya apalagi. Hak dia apa ngelarang-ngelarang kayak gitu? Yang pacar Juna, 'kan, Diva bukan dia!" "Gue juga kesal kali, Ra, tapi nggak gini amat!" Echa membelalak. "Gue nggak ngejadiin lo sebagai pelampi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN