Kini Terulang Kembali

1487 Kata

Suasana yang dirajai keheningan, membuat suara sekecil apa pun terdengar keras. Seperti suara gesekan besi yang sebenarnya masih lirih. Masih semu. Kemudian menjadi jelas dan lebih keras. Pak Raharja dan Arras langsung bisa menebak bahwa itu ada suara gesekan dari arah pintu besi berwarna putih. Pintu di mana di dalam ruangan itu, ada Romza yang sedang dirawat. Dua laki - laki berbeda usia itu pun segera bergegas, seakan berlari menuju ke pintu besi itu, berdua gusar menunggu dokter akan keluar. Pintu perlahan menunjukkan celahnya, membuat sedikit kondisi di dalam terlihat, meski Romza belum terlihat. Semakin lama celah yang terlihat semakin lebar, dan akhirnya terbuka sepenuhnya. Namun meski begitu, ternyata Romza juga belum nampak. Sepertinya ia berada cukup jauh di dalam sana. Seor

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN