Rena masih tertawa juga. Di sela - sela tawa itu, Rena mulai coba bertanya. "Apa yang lagi ada di pikiran kamu saat ini, Ras?" Rena tertawa lagi. "Ayo, coba kasih tahu aku!" Dan Arras masih dengan sangat bingungnya. "Aku ...." Ia ingin menjelaskan kegalauannya tentang segala hal. Tapi nanti Rena semakin menertawakannya. Arras pun memilih untuk mendapatkan jawaban yang langsung pada intinya saja. "Jadi ... sebenarnya apa yang terjadi semalam, Ren? Please ... buruan jelasin ke aku. Aku butuh jawaban secepatnya." Arras berbicara dengan nada sedikit memaksa. Dan yang menyebalkan ... Rena tetap saja masih tertawa. "Ya kali kamu nggak inget apa - apa, Ras? Astaga ... satu - satunya yang terjadi, ya ... sesuai yang kamu inget. Kita ciuman. Mesra banget. Tukeran jigong lama sekali. Dan aku ngg

