Setelah hari itu, Jaya Sukardi tidak pernah lagi melakukan ritual - ritual dengan sembunyi - sembunyi. Ia ingin menunjukkan pada Arras, bahwa apa hang ia katakan adalah serius. Bukan sekadar kiat untuk mengerjai atau bercandaan semata. Ia membawa satu nampan berisi sesajen. Berjalan dengan santai menuju kamar itu. Kamar yang selama ini selalu dikunci, untuk menghindari orang lain mengakses ke sana. Jaya Sukardi sengaja menunggu saat ada Arras. Supaya anak itu melihat. Arras sebenarnya ingin bersantai sejenak setelah makan siang, sebelum ia berangkat mengerjakan tugas bersama teman - temannya nanti. Romza duduk di area yang sama dengan Arras, hanya beda sofa. Meski keduanya sama - sama duduk di sofa panjang, namun dalam posisi berseberangan. Memang Romza adalah fans nomor satu Arras. Ja

