27. Speechless

1518 Kata

Sore itu, Abdul, Lucky, dan Denok sudah pulang ke rumah. Kini Wulan sendirian merawat kakaknya. Namun setelah jam besuk malam di buka, Bang Jafar dan Elya datang menjenguk Lukman. Wulan menunggu di luar ketika Elya dan Bang Jafar menjenguk kakaknya. Langkah Elya semakin cepat ketika memasuki ruang rawat inap itu. Senyum Elya pada Lukman menyiratkan kerinduan yang amat mendalam. “Bang Lukman.” Elya tersenyum dan kini sudah berdiri di samping tempat tidur Lukman. “Tong! Alhamdulillah lu udeh sadar, Babe sampe galau lihat keadaan lu kemaren.” Bang Jafar sangat mengkhawatirkan Lukman, karena dirinya pun merasa bertanggung jawab. Elya dan Bang Jafar merasa lega karena Lukman sudah sadar dan tinggal menjalani perawatan menuju pemulihan. Setidaknya, apa yang menjadi kekhawatiran semua orang y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN