Sabtu pagi, Wulan sudah berada di kediaman Ali. Ia sedang mempersiapkan segala perlengkapan dan kebutuhan Ali sesuai jadwal yang tertera dalam agenda. “Hari ini jadwal bos Ali, bertemu Mami ... siapkan pakaian dengan jas berwarna hitam, kaca mata hitam, seikat bunga mawar putih, memesan bill di restoran jepang ... Hmmm, restoran yang di daerah itu kan terkenal sudah sangat lama ... tapi gue kagak pernah tuh kesitu.” Wulan merasa jika dirinya dan bos Ali bagai bumi dan langit. “Kayaknya mau ketemu sama bos Mami di sana, oke gue pesenin mejanye dulu.” Wulan menelepon restoran yang dimaksud dalam buku agenda tersebut, untuk memesan meja nomor lima untuk jam sepuluh pagi. Wulan menyiapkan semuanya dengan bantuan beberapa asisten rumah tangga yang memang hafal di mana letak barang-barang yan

