"Jangan mengeluh sekarang, Emir. Di dalam sana ada wanita yang butuh pertolongan," mohon Dokter Jocelyn. "Tapi aku memang tidak pernah berencana untuk menjadi penculik, Jocelyn. Aku bukan mengeluh, tapi sedang mengutarakan isi hatiku," balas Emir. "Waktu pengutaraannya sangat tidak tepat, Kak Emir. Bagaimana kalau Kakak mengutarakannya nanti saja setelah aku dan Kak Jocelyn berhasil membawa keluar Nona Syima dari rumah itu?" tawar Najla. "Wah kata-katamu sungguh terdengar seperti sebuah solusi, calon Adik iparku," tanggap Emir sambil memasang ekspresi tak percaya di wajahnya. "Sudahlah, jangan dengarkan apa yang terucap dari mulut Emir. Biar aku yang mengurusnya. Kalian berdua lakukan saja yang harus dilakukan untuk mengeluarkan Syima dari dalam sana, agar kita bisa segera membawan

