Rasa nyeri dan sakit merasuki tubuh dan kepala Farrel. Cowok itu terbangun, matanya berkunang-kunang, perutnya terasa mual. Sedikit demi sedikit, pandangannya mulai mendapat pencerahan. Ternyata Farrel terbangun di kamarnya. Tapi, tunggu? Siapa yang membawanya kemari? Seingat Farrel, ia masih berada di dalam mobilnya dan Retha berada di sampingnya. Kepala Farrel sangat sakit, sampai cowok itu lupa apa yang terjadi setelahnya. "Rel?" Farrel mengerjap-ngerjapkan matanya, mencari sumber suara yang baru saja memanggil namanya. "Retha?" gumannya. "Gue Samudra, bego." Samudra melangkah, berjalan mendekati sepupunya itu. Yang terjadi setelahnya, Samudra menonjok keras pipi Farrel. Shock, tentu saja. Baru saja Farrel terbangun dari tidurnya, ia sudah menadapatkan tonjokkan telak di pipinya.

