Kerinduan

1110 Kata

"Dia datang dan ingin bertemu dengan Anti." Habib berkata tanpa melihat pada wanita bercadar di hadapannya yang sedari tadi menunduk. Ia terpaksa harus berbicara langsung dengan Raudah yang kini duduk berdampingan dengan Atikah. Selain itu Habib juga tak ingin masalah antara kedua insan itu berlarut-larut. Sebelum Raudah menemuinya dan mengatakannya langsung, sepertinya anak Kiai Abdullah itu pun akan terus datang dan tidak akan berhenti untuk berusaha membawa Raudah pulang ke pesantren Darul Falah. "Semuanya memang harus jelas dan anti yang seharusnya mengatakannya, Ukhti." Atikah mengusap punggung wanita yang sudah dianggap seperti saudaranya itu. Raudah tetap mematung, sejujurnya dia belum siap bertemu dengan pria yang hingga kini masih bertahta dalam hatinya itu. Ia tidak yakin ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN