Chapter 33 Pengangguran Bianca membuka pintu unit apartemennya dan terkejut mendapati Evander berdiri di depan pintu dan masih mengenakan pakaian yang sama sejak pagi. “Aku merindukanmu,” ucap Evander seraya menatap Bianca. Sesuatu pasti terjadi, batin Bianca. Tatapan Evander tidak menyiratkan kebahagiaan, tetapi seolah terpancar kekecewaan dan kekalutan di sana. Bianca tersenyum, berharap bisa menghibur Evander dengan senyumnya. “Bagaimana pertemuan dengan ayahmu?” “Kami bertengkar,” ucap Evander murung. Senyum di bibir Bianca belum memudar. “Salah satu dari kalian hanya harus mengalah." Meskipun Bianca tidak akan meminta Evander mengalah karena jika Evander mengalah berarti Evander harus menerima perjodohan yang diatuir ayah Evander dan itu jelas mustahil. Evander tidak akan m

