19. Benih Ketertarikan?

1630 Kata

Aurel menyembunyikan kekehan jahat ketika Auva menarik keras seragam anak itu sekuat tenaga sampai kedua kakinya tak lagi menapaki lantai yang terbuat dari keramik. "Ini tontonan yang bagi gue menarik banget!" "Lanjutkan, Bos!" sorak Aurel senang membuat tenaga Auva menanjak kuat sampai membuat lawan gadis urakan itu terpelanting ke bawah. Persaingan yang sangat sengit dan mendebarkan! Sekelas menyaksikan dengan wajah yang kocak-masalahnya hanya saja mengapa Auva menggunakan bulu-bulu kemoceng untuk menyerang? "Aduh, geli, Va. Buang bulunya!" Anak yang terbaring di bagian bawah meja tertawa nyaring saking lelah digelitiki dengan penuh penghayatan, enggan menuruti permintaan, eh, lebih tepat adalah perintah telanjur bahagia bisa membalaskan dendam. Anggota geng yang lain tidak bisa meny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN