Ahmed yang sedang berdiri membelakangi pintu pun kaget, jantungnya nyaris copot. Departemen sekretariat adalah bagian dari tanggung jawab Ahmed. Dia kira orang itu adalah satu satu sekretaris yang sembarangan menerobos masuk. Jadi, dia segera menegurnya, “Siapa yang mengizinkan kamu bersikap lancang di ruangan Pak Gerald?" Tetapi, begitu dia menoleh dan melihat Lovena yang sedang berdiri di depan pintu dengan ekspresi marah, Ahmed segera menutup mulutnya dan menggeser tubuhnya ke samping. Sekarang saatnya menonton pertunjukan spektakuler. Ahmed berdiri di samping dengan penuh rasa ingin tahu. Setelah mendengar suara yang dikenalnya, Gerald mengernyit dan menautkan kedua alisnya. Dia mendongakkan kepalanya ke arah pintu. Dia melihat seorang wanita yang tengah marah, sedang ber

