Memikirkan Lovena bekerja di tempat seperti itu demi uang dan sekarang malah dimanfaatkan oleh orang lain, Mariana merasa teramat sedih. Semua ini karena mereka yang tidak becus menjadi orangtua sehingga anak mereka harus menderita seperti itu. Jika kejadian dulu itu tidak terjadi, mungkin Lovena sudah lulus kuliah dengan bahagia dan menemukan pria yang dapat diandalkan untuk dijadikan suami. Lovena tidak perlu sampai sengsara seperti ini. Semakin dipikirkan, semakin Mariana sedih dan mulai menyeka air matanya sambil memunggungi Lovena. Lovena berkata dengan tidak berdaya, "Bu, kumohon jangan menangis karena aku lagi. Aku tahu apa yang aku lakukan. Aku sudah berhenti dari pekerjaan itu. Percayalah padaku.” "Benarkah?" "Iya. Jangan menangis lagi. Aku sungguh takut padamu

