Sayup-sayup Alfarin membuka matanya. Dia baru saja bangun dari pingsannya tadi pagi, lima jam lamanya dia harus berbaring tidak sadarkan diri. Dengan keadaan yang masih setengah sadar Alfarin mengedarkan pandangannya yang masih guram, matanya bertemu dengan mata Rafly. Pria itu terduduk di samping bangkar Alfarin dengan seulas senyum. "Udah bangun?" tanya Pria itu lembut. Alfarin tersenyum tipis tanpa menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya. Alfarin mendesah pelan, kepalanya masih terasa berat dan pusing. "Minum dulu," Rafly menyodorkan segelas air putih, Alfarin mengambilnya lalu segera dia meminumnya dan setelah selesai dia kembalikan kepada Rafly. Entah kenapa saat memandang wajah Rafly yang dipenuhi dengan luka-luka memar seketika kejadian beberapa saat yang lalu kembali teringat

