Sudah dua hari Gamma pergi. Alfarin belum juga keluar dari kamarnya. Ares sudah berusaha untuk membujuk wanita itu, tetapi hasilnya nihil. Ares sudah beberapa kali menaruh piring di depan kamar Alfarin, tetapi belum juga diambil. Wanita itu belum makan padahal dia sedang mengandung. Ares jadi bingung dibuatnya. Entah harus pakai cara apalagi untuk membujuknya. Saat ini, pria itu sudah duduk di sofa ruang tamu rumah Gamma. Kakinya dia uncang-uncangkan, tetapi pikirannya sedang berkelana mencari-cari cara. Dia harus memberitahu Gamma tentang kehamilan Alfarin. Ide itu tiba-tiba muncul. Setelah dia pikir-pikir kembali, cara ini yang paling terbaik. Dia mengambil ponselnya lalu menghubungi Gamma. Sekali, dua kali panggilannya tidak diangkat. Panggilan ketiga kali baru terdengar suara sapaa

