"Dasar anak durhaka!" Kartika melempar sapu tangan yang tadi di pegangnya setelah melihat kedatangan Gio. Sudah lama sekali gio tidak pulang ke rumah neneknya, bahkan ia sampai di ancam oleh neneknya agar mau pulang hanya untuk berkunjung saja. Namun beberapa hari yang lalu Gio selalu saja menolak lantaran masih menikmati kebersamaan dengan Andira dan kedua adiknya di rumah pribadinya. Dengan senyuman tanpa dosa Gio mendekati neneknya dan salim padanya. Ia memeluk neneknya erat untuk menghilangkan rasa rindu yang kian berat saja. "Dari kemarin nenek sudah minta kamu untuk pulang bahkan nenek juga tega mengancam kamu, tapi tetap saja tidak mau. Jangan bilang kamu sibuk bermain wanita sampai-sampai mengabaikan nenekmu yang satu ini" Ujar Kartika dengan nada yang merajuk. "Maafkan cucu sa

