"Apa yang bisa kalian lakukan dengan becus sih?! Hal kayak gitu aja gak bisa dilakukan dengan benar!" teriak Sherly dengan sorot mata penuh emosi. Dua orang laki-laki yang sedang berlutut di hadapan Sherly tampak ketakutan. Mereka tertunduk, tanpa berani menatap mata Sherly. "Maafkan kami, Nona." Hanya kalimat itu yang mampu mereka ucapkan untuk meredam amarah Sherly. "Maaf? Kalian bilang maaf? Maaf gak akan bisa menebus kesalahan kalian! Saya sudah mengeluarkan uang yang begitu banyak untuk kalian. Saya hanya minta kalian melakukan sebuah perintah sederhana. Itu saja kalian gak bisa lakuin dengan benar!" Sherly benar-benar mengamuk. Emosinya meledak begitu hebat. Matanya terbelalak dengan raut wajah begitu penuh amarah. Siapapun pasti mengetahui bila Sherly telah mencapai titik puncak

