Bab 41. Datang Mengoyak Luka

1235 Kata

Intan membuka memaksa untuk membuka matanya, meskipun dalam keadaan mengantuk. Kepalanya sedikit pusing. Pertemuannya dengan Hamka semalam begitu menyulitkan dirinya untuk sekedar memejamkan mata dengan tenang. Mungkin pukul tiga dini hari, barulah Intan tertidur. "Ck!" Bibir semerah chery itu berdecak. Entah kenapa, perasaannya malah kian tidak enak. Dalam satu sisi, ia sangat menghargai Hamka sebagai laki-laki yang baik dan cocok dijadikan sandaran hati. Namun, ketakutannya untuk membina hubungan baru dengan menaruh kepercayaan tinggi masih membawa gemetar dalam dirinya. Ia belum mampu melewati fase trauma dan trust isu itu. "Aku harap, kamu mengerti dan memaklumi keputusan keluarga Wibisono, Intan." Ingatan Intan kembali pada kejadian dua hari lalu. Saat itu dirinya sedang ada pert

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN