Chapter 30 (Jena moments) ●●● (Jena) Aku menghela napas beratku saat tubuhku telah menyentuh kasur yang empuk malam ini, setelah menyelesaikan hari-hariku yang cukup melelahkan. Aku ingin menceritakan sesuatu, hari ini aku bertemu dengan Arey. Kalian ingat? Perempuan yang pernah aku lihat beberapa kali bersama Deon. Baru pertama kalinya aku melihat langsung berhadapan denganku. Arey memiliki postur yang menggemaskan seperti anak kecil, tubuhnya ramping tetapi tidak terlalu tinggi ditambah dengan kulit putih bersihnya yang semakin membuat Arey terlihat menggemaskan. Tetapi, ada apa dengannya? Mengapa Arey memutuskan untuk pergi ke sini alih-alih tinggal di rumah orang tuanya yang nyaman. Mencurigakan. Aku memang sudah mengetahui jika Arey memiliki batu takdir yang diincar oleh kaum

