Chapter 20 (kebingungan Arey) ●●● (Arey) Aku tersentak saat merasakan kepalaku sedang diusap dengan lembut oleh sebuah tangan hangat yang hangatnya sampai menjalar ke hatiku. Saat aku membuka kedua mataku yang pertama kali aku lihat adalah langit-langit dari kamar yang aku tempati. Terlihat berbeda dan memberikan kesan mewah yang kental. Dengan banyak ukiran emas dan juga bergelantungan dengan lampu kristal yang sangat indah dan mengagumkan. Rasanya aku seperti tidak pernah menginjak tempat ini. Akhirnya pandanganku beralih ke sampingku di mana seorang lelaki tampan dengan mata hijaunya sedang tersenyum kepadaku dan tangannya mengelus dahi serta kepalaku lembut. Ternyata ini oknumnya, pembuat kupu-kupu berterbangan di dalam perutku. Bahkan saat tangan besar itu beberapa kali mengel

