Chapter 22 (Arey) ●●● Aku menghembuskan napasku berulang saat kebosanan menerpaku. Tadi sehabis Deon mengajakku untuk berjalan-jalan di sekitar taman tiba-tiba saja Deon meminta maaf kepadaku karena ada panggilan dadakan, jadi akhirnya Deon kembali mengantarkanku kembali ke kamar yang sepi. Aku ingin saja berjalan sendiri di luar, tetapi bagaimana caranya coba? Dengan keadaan kedua kakiku yang terperban dan sebelah tangan kananku turut di perban. Sebenarnya sakitnya tidak begitu parah, tetapi rasanya tulang-tulangku berteriak memohon kepadaku untuk tidak bergerak karena ngilu yang kurasakan. Sial, aku tidak tahan hanya diam di atas kasur seperti ini. Kalau aku ingat-ingat saat kejadian kemarin, sebenarnya siapa ya yang mengejarku, bukan Albert dan pasukannya tetapi kali ini lebih terl

