Biru dan Seta sedang duduk-duduk di kantin berdua saja. Dari kejauhan tampak Jingga bersama Rosa dan Vio yang melambaikan tangan pada mereka dan hendak menghampiri mereka. "Sebenarnya Jingga itu cukup cantik. Seandainya dia sedikit berdandan, dia pasti nggak akan kalah dari Vio dan Rosa," kata Seta. Tawa Biru pecah ketika mendengar ucapan Seta. "Kenapa kamu tiba-tiba ngomong begitu. Jangan-jangan kamu naksir dia ya?" tuduh Biru Mungkin juga," jawab Seta sembari tersenyum. Dia lalu mengalihkan pandangannya kembali pada Jingga. Biru tertegun. Dia tak menyangka Seta akan menjawab demikian. Seketika dadanya terasa nyeri. *** Sepulang sekolah geng warna nongkrong di Perpustakan Lolita. Sebuah tempat di mana mereka bisa menyewa novel, majalah, dan komik dengan harga yang terjangkau untuk du

