RUMPI

1426 Kata

"Mmm.. Dia menjambakku," Jani bercerita apa adanya. "Karena apa?" Asya mengerutkan keningnya. "Dia bilang aku kegenitan," Jani menjawab pertanyaan Asya. Darma tertawa terbahak bahak, "She has a point." "Kakak! Diam!" Jani memukul Darma berulang kali. Anin menahan senyumnya. Ia yang tadinya khawatir berubah jadi ingin tertawa. "Apa sebetulnya yang kamu rasakan?" Anin menatap Jani sambil mengulum senyumnya, "Aku tadinya sedikit cemas, tapi melihatmu seperti ini kok rasanya tidak mengkhawatirkan." "Tidak perlu khawatir. Dia memang menjambakku, tapi aku juga sudah menjambaknya! Jadi semua clear.!" Jani tersenyum lebar. "Yang membuatku kesal, dia membuat rambutku acak acakan dan rontok. Itu mengesalkan sekali. Sementara rasanya rambut dia aman aman saja aku jambak!" Jani melanjutk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN