Daka menatap Abizar, "Aku bingung.." "Jangan membuatku ikut bingung," Abizar menggelengkan kepalanya. "Kenapa bingung?" "Apa aku dekati atau tidak?" Daka menggumam. Abizar tertawa, "Apa ruginya kalau mendekati?" "Ruginya? Bagaimana kalau aku ditolak?" Daka bertanya balik. "Apa bedanya ditolak dengan tidak bergerak? Kamu tetap saja begini.." Abizar memarkirkan mobilnya di halaman parkis kampus Universitas Negeri Indonesia. Ia sudah tiba di tujuan. "Aku begini bagaimana maksudmu?" Daka mengerutkan keningnya. Abizar mengambil ranselnya. Ia membuka kaos yang ia kenakan dan menggantinya dengan jersey latihan. Tak hanya itu ia juga mengganti sepatunya dengan sepatu basket. "Kamu tidak mendekati Mila, artinya kamu tetap single. Kamu mendekati Mila tapi ditolak, tetap single jug

