Chapter 11 Aku masih menemani Ibu mertuaku hingga siang hari datang, suara adzan terdengar dari mushala dekat rumah. Bunda selalu bilang kalau aku harus sholat tepat waktu agar saat bersalin nanti juga tepat waktu. Entah benar atau hanya mitos, yang jelas sholat tepat waktu adalah hal baik yang tak akan berakibat jelek bukan? Jadi, aku dengan senang hati mengerjakan titah Bunda itu. Aku membangunkan Ibu yang sudah tidur sejak tadi, aku sebenarnya sudah ingin pamit tapi selepas sarapan dan minum obat, beliau tidur jadi aku tak tega membangunkannya. Aku mengintip keluar kamar Ibu, sungguh lucu! Apa yang aku lakukan di rumahku sendiri? Aku seperti hendak mencuri sesuatu. Di ruang utama tidak ada siapa-siapa, entah kemana perginya mbak Clarissa. Bubur yang tadi aku letakan disana hanya ters

