Yusuf membantuku membawa koper masuk ke dalam apartemen, sekaligus membawa rantang berisi makanan yang tadi diberi oleh umi Yusuf. Aku menerima bantuan Yusuf karena repot kalau harus membawa koper bersama tas besar sekaligus. "Terima kasih, aku bisa bawa ke dalam sendiri." Kami berhenti tepat di depan kamarku. Apartemen yang kami tempati ini punya 2 kamar, jadi kamar kami masing-masing sudah jelas berbeda. "Tidak masalah. Kalau begitu selamat malam," ucap Yusuf yang langsung berbalik pergi setelah tersenyum tipis sejenak tadi. "Malam." Aku langsung membuka pintu kamar, menarik koperku ke dalam kamar dengan lengan tangan memopang tali tas. Karena jari-jariku mau menutup pintu, yang jari tangan sebelahnya juga sedang menarik pegangan koper. Setelah meletakkan barang-barangku, aku melangk

