Aku bersama kakak dan Kris keluar dari kamar, pembukaan akan dimulai. Banyak orang yang sudah berkumpul dengan ruang tamu, saat sampai semua pandangan melihat ke arahku, aku langsung grogi ditatap oleh semua orang. Samar-samar aku dengar suara orang-orang berbisik, mengatakan aku cantik. Aku duduk di sebelah Yusuf, menyapanya dengan senyum tipis, Yusuf balas tersenyum. Seperti biasanya, dia tampan. Serangkaian kata dalam pembukaan bak puisi terdengar damai, sampai pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dilantunkan merdu oleh kak Dzawin. Kali ini aku mendengarkan dan mengunakan semua inderaku dengan serius, tidak seperti saat acara lamaran dulu. Perwakilan dari kantor urusan agama menyampaikan khutbah pernikahan. Aku mendengarnya dengan baik, untuk menghilangkan rasa grogiku. "Alhamdululi

