*AULA SARANG LABA-LABA PUTIH*
“Aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi?! Tapi kau ternyata bukan bagian dari monster boneka! Kk kau Goblin!” Pekik Putri Avriel sambil menunjuk ke arah Gobi yang mulai membuka kostum panda-nya yang sudah sobek itu.
Suasana pun menjadi semakin tegang, diantara Putri Avriel, Gobi dan Boy. Disisi lain Fay, Frenkenstein dan Jorogumo saling lirik melirik.
Lalu terdengarlah suara raungan yang amat sangat keras menggema di lorong-lorong sarang laba-laba putih dan suaranya cukup menyakitkan kuping mereka.
“Suara apa itu?!” Fay merinding mendengar raungan itu.
“Uhuk.. itu su ara Sa la zar..” Ucap Frenkenstein yang keadaannya masih terbaring dan dalam perawatan sihir penyembuhan Fay.
“Salazar! Kenapa dia bisa bangkit kembali?!” Putri Avriel terkejut mendengar suara raungan dari monster iblis peliharaan Sang Raja Iblis Beelzebub, dimana tugasnya di pulau ini adalah untuk mengawasinya.
“Sepertinya ada sesuatu yang bangkit dan aku mulai merasakan energi yang besar dari Gunung Merapi sana…” Kemampuan sense Boy yang meningkat membuatnya bisa merasakan berbagai energi disekitarnya.
“Ss sepertinya Dr Salvador sudah berhasil membangkitkan Monster Iblis itu.” Jorogumo teringat dengan Sang Ratu, Luna dan saudaranya Ren yang ada di wilayah gunung itu.
Mendengar perkataan mereka dan menyadari bahwa tugas utamanya di Pulau Kelelawar adalah sebagai pengawas Monster Iblis Salazar, Putri Avriel pun memprioritaskan tugas utamanya dan mencoba memeriksa apa yang tengah terjadi di Gunung Merapi Camazotz.
“Aku tidak akan melupakan permasalahan ini dengan kalian! Aku akan mencari kalian setelah masalah Salazar selesai!” Setelah memberikan peringatan kepada semua yang ada di aula, Putri Avriel pun bergegas meninggalkan aula dan menuju ke tempat Monster Iblis Salazar berada.
“E eh!? Apakah kita selamat?!” Fay tampak lega melihat Putri Avriel pergi menjauhinya.
“Tapi bagaimana dengan Goblin dan manusia itu?” Jorogumo memandang kedua orang asing itu yang tanpa sengaja menyelamatkannya dari serangan blue fire Putri Avriel yang mematikan.
Boy melihat kondisi monster berkepala besar di samping gadis remaja berambut biru yang tengah memberikan sihir penyembuh ke monster itu.
“Frenkenstein? Itu adalah monster pertama yang aku kalahkan waktu di apartemen terbengkalai. Tapi kelihatannya dia terluka parah dan gadis itu daritadi berusaha menyelamatkannya bahkan melindunginya dari penguasa istana sayap barat.” Gumam Boy melihat kondisi Frenkenstein dan Fay yang terus berusaha memulihkan kondisinya.
Boy menyimpulkan kalau kejadian Funky Hazard yang terbakar pasti dilakukan oleh kawanan monster laba-laba putih, Frenkenstein dan gadis yang usianya tidak jauh beda dengannya. Apalagi melihat Putri Avriel yang berusaha keras membunuh mereka, itu artinya mereka bermusuhan dengan putri ke enam Raja Iblis.
“Ini artinya, musuh dari musuhku adalah kawanku.” Gumam Boy.
Boy yang memiliki jiwa seorang ksatria tidak bisa membiarkan orang yang sedang kesulitan dihadapannya terus berada dalam masalah, dia akan mencoba membantunya semampu yang ia bisa lakukan. Yah karena selama hidupnya dia selalu mengalami kesulitan, jadi rasa empati kepada orang lain jadi lebih tinggi.
[Pemberitahuan! Pure Healing, White Magic D-Class merupakan sihir penyembuh tingkat menengah yang mampu memulihkan dan menambah kekuatan orang yang disembuhkannya. Dapat ditukar dengan 25 poin!]
“Hmm~ baiklah, untuk membantunya aku akan menukarkan poinku dengan White magic! Pure Healing!” Melalui aplikasi The Superpower Boy pun memutuskan untuk menolong Frenkenstein.
[Penukaran poin berhasil!]
[Sisa poin Anda saat ini 89 pts]
Lalu Boy pun mengaktifkan sihir penyembuhan ini ke arah Frenkenstein yang terbaring di atas tanah. Dengan sihir white magic pure healing, tubuh Frenkenstein kembali pulih dengan cepat, tidak hanya itu kekuatannya pun terasa bertambah.
Fay pun terkejut melihat sihir penyembuh yang tingkatannya jauh diatasnya namun dapat dikuasai oleh anak laki-laki yang tidak dikenalnya.
“A ah!? Rasa sakit dan panasnya hilang dan aku merasa semakin kuat.” Frenkenstein pun bangun dan merasakan kebugaran pada tubuhnya yang penuh jahitan itu.
“Waw! Itu sihir penyembuh yang luar biasa? Maafkan aku, kau ini siapa? Dan kenapa ada disini?” Tanya Fay penasaran.
“Baguslah kalau kau sudah baikan monster kepala besar. Oh yah~ perkenalkan, namaku Boy aku hanyalah seorang manusia yang tidak sengaja terdampar di pulau suram ini.” Ucap Boy dihadapan gadis remaja berambut biru dan para monster aliansi Laba-laba Putih. Karena Efek dari artefak aksesoris peningkat kharisma yang Boy dapatkan di ruang harta istana sayap barat membuat Fay, Frenkenstein dan para monster laba-laba putih terkesima melihatnya.
“Ah iyah Tuan Boy, perkenalkan namaku Fay dan aku berasal dari Viktoria City. Aku sangat berterima kasih atas bantuanmu.” Kata Fay dengan sopan.
“Aku Frenkenstein, aku hanyalah seorang monster. Terimakasih telah menyelamatkanku Tuan Boy.”
“Izinkan aku memperkenalkan diri juga, namaku Jorogumo dan mereka adik-adikku kami Monster Laba-laba Putih yang menghuni lorong-lorong bawah tanah di Pulau Kelelawar ini.”
Boy memperhatikan seorang gadis dan para monster yang memperkenalkan diri mereka dengan ramah padanya. Entah kenapa Boy mulai terbiasa dengan hal ini, padahal sebelumnya dia merasa aneh, takut dan penuh kekhawatiran semenjak bertemu para monster, baik di gedung apartemen hingga terdampar di pulau kelelawar ini. Mungkin karena sudah menjadi seorang aplikator secara tidak sengaja mengembangkan mentalnya dan mampu beradaptasi dalam keadaan apa pun.
“Ah iyah salam kenal juga semuanya, aku senang bisa sedikit membantu kalian. Dan perkenalkan juga dia adalah kawan seperjalanan ku namanya Gobi.” Kata Boy menyambut keramahan Fay dan para monster lainnya, ia pun mengenalkan Gobi si monster goblin hijau yang tidak sengaja menyelamatkan kawanan yang berada di aula lorong bawah tanah ini.
“Gob gobu...”
[Last Quest!]
[Hentikan teror monster iblis Salazar]
[Sisa waktu 1 jam 50 menit]
Boy melihat pemberitahuan yang muncul di layar transparannya dan dia sadar bahwa misinya di pulau ini harus segera diselesaikan agar dia bisa kembali pulang ke dunia asalnya.
“Maaf teman-teman karena kondisi di luar sangat kacau jadi aku harus segera pergi dari sini.” Boy mulai mengeluarkan energi elektriknya dan siap meluncur ke atas permukaan sambil menarik tangan Gobi..
“Ah iyah aku juga harus pergi untuk melihat keadaan Luna.” Begitu juga Fay yang teringat dengan kucing hitamnya, dia pun siap-siap pergi mencari Luna.
“Kami juga harus segera membantu Ibunda kami dan saudara kami.” Kata Jorogumo memberikan isyarat pada adik-adiknya sekumpulan monster laba-laba putih untuk bergerak membantu Sang Ratu.
Akhirnya mereka pun pergi bersama-sama dan dipandu oleh Jorogumo menyusuri lorong rahasia yang mengarah langsung ke Gunung Merapi Camazotz.
*GUNUNG MERAPI CAMAROTZ*
“Nyaaawwh~ Monster Iblis itu benar-benar bangkit nyawww”
“GAAAAARRRRGGGGG~”
Bersamaan dengan suara raungannya yang begitu menggelegar, mulut Gua Camazotz tiba-tiba meledak hancur berkeping-keping.
Lalu timbul sebuah tangan dengan kuku-kuku yang tajam dari Monster Iblis Salazar. Terlihat sebuah ledakan besar Gunung Merapi Camazotz yang menciptakan lubang besar di tengahnya dan dari kejauhan tampak kepala monster berkepala kelelawar.
Monster Iblis Salazar pun benar-benar bangkit dengan tubuh yang besar kulitnya merupakan gumpalan-gumpalan magma diselimuti lahar-lahar yang mengalir layaknya coklat kental yang melumuri tubuhnya.
Tinggi tubuhnya sekitar 100 meter dia pun mulai berjalan menyusuri Hutan Camazotz yang terbakar akibat semburan lava dari tubuhnya.