Jangan Ungkit Masa Lalu

1135 Kata

“Kamu mau istirahat atau main dulu dengan Idris? Aku siapin makan malam,” ujar Igor setibanya di apartemen. Idris masih di gendongannya. Gema menghela napas. Dia ragu. Ditatapnya wajah Idris. “Wanna play with Mommy, Sweetheart?” tanyanya ke Idris dengan senyum letihnya. “Yes, Mommy!” teriak Idris senang. Gema benar-benar terenyuh melihat wajah binar Idris. Disambutnya tubuh Idris yang dari tangan Igor. “Ntar kalo dah gede, kamu nyesal lo. Nggak nyisihin waktu buat main sama dia … nggak lama kok. Paling setengah jam. Pasti habis itu dia capek, trus laper, bobok dia. Ntar kamu aku manjain deh … aku pijit. Mau dipijit di tempat tidur … atau di bath up?” tawar Igor dengan nada membujuk. Gema menelan ludahnya. Pilihan yang amat sulit. Sambil mengusap-usap kepala Idris ditatapnya mata Ig

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN