22. LYT

1987 Kata

Selama perjalanan pulang Alula tidak berani mengatakan apapun pada Aksa. Sejak kejadian di restoran tadi, raut wajah Aksa benar-benar menakutkan. Jadi Alula tidak ingin menambah emosi Aksa, maka dia lebih memilih diam sampai Aksa mau bicara dengannya atau sampai emosi Aksa sudah mereda. Ketika Aksa akan masuk kamar Alula memanggilnya. “ Kak jaket kamu.” Ucapnya sambil mengembalikkan jaket milik Aksa. Jaket tersebut diterima oleh Aksa namun Aksa tidak mengatakan sepatah katapun. Bahkan dia mengambil jaketnya dengan emosi. Alula jadi bingung sendiri dengan sikap Aksa yang terlihat marah padanya. Dia merasa kalau hal ini bukan salahnya, ini adalah salah kedua laki-laki tadi yang menabraknya. Tapi kenapa justru Aksa marah padanya. Setelah Aksa masuk kamar, Alula pun menyusulnya. Aksa yang mau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN