Tangan Alula terus bergetar, matanya ia tahan supaya tidak ada air mata yang keluar dihadapan keluarga Aksa. Dia benar-benar tidak berani memandang kearah semua yang ada di sana, Alula terus menunduk. Ingin rasanya Yasmin menghentikan ucapan mama Aksa, namun dia pun tidak berani. Apalagi dia belum tahu benar atau tidak dugaannya kalau Alula adalah wanita yang Aksa cintai. “ Kak Lula.” Panggilan Arga membuat Alula yang terus menunduk langsung mendongak. “ Kakak kenapa dari tadi kok diam terus.” “ Iya la, wajah kamu pun pucat, apa kamu sakit.” Tanya mamanya Aksa. “Ngga kok tante, Lula baik-baik saja. Tapi Lula mau minta izin buat nelfon atuk tante. Lula mau tahu keadaan atuk. Jadi Lula permisi dulu ya, maaf ngga bisa ikut acara makan malam sampai selesai.” Ucapnya yang langsung berjalan

