Dhani mengawasi Tio yang masih berusaha mengusir hantu gadis kecil itu. Ia semakin marah ketika gadis itu merebut tubuh yang sedang dalam kendalinya. Berkali-kali Tio melempar tubuh gadis itu dengan cukup keras sampai gadis itu menembus dinding. Walau pun tidak merasakan sakit, namun Dhani tidak tega melihat ia diperlakukan sekasar itu. “Menghadapi gadis kecil saja tidak bisa. Jadi kurasa ucapan Kris benar. Kau lemah.” Dhani tidak sadar mengucapkan kalimat itu, padahal ia sadar sosok itu akan semakin marah dan bisa saja menyerangnya, yang lebih parah, membunuhnya. Benar saja. Tio menggeram dan berteriak dengan suara menggelegar sementara gadis kecil itu hanya menatapnya dengan kedua matanya yang hitam. “Kau berani menantangku?” Tio masih menatapnya dengan kedua mata merahnya. “Aku tidak

