Hampir selama sepuluh menit setelah mereka naik ke mobil, selama itu lah tidak ada yang memulai obrolan. Sopir pun hanya diam setelah mengetahui keadaan mereka yang sempat bertengkar di Puskesmas. "Dhan, apa kau tidak merasa kalau tingkahmu tadi sudah keterlaluan? Kemarahanmu bisa saja melukai Didi." Bomi mulai buka suara, namun Dhani tidak menoleh sedikit pun. Ia hanya terdiam. "Saya tidak tahu sebenarnya ada masalah apa. Tapi lebih baik segera diselesaikan. Aneh rasanya terlalu larut dalam kebencian dengan teman. Yang salah harus segera minta maaf." Sopir itu tiba-tiba menyahut, tanpa menoleh sedikit pun pada mereka. "Mereka benar memang semua salah saya. Saya tidak pernah bisa mengontrol emosi. Selalu saja meledak bahkan rasanya saya ingin melukai teman saya sendiri. Saya benar-benar

